Dalam kamus wikipedia, Negara gagal ialah negara yang pemerintah pusatnya tidak mampu mengontrol atau menguasai seluruh wilayahnya. Pernyataan ini sejurus dengan kondisi negeri ini. Di mana di tahun 2011, Indonesia semakin terpuruk. Bahkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia berada pada level 0,617 pada 2011 dengan peringkat 124 dari 187 negara di dunia. Hal ini masih kalah dengan negara Singapura yang menduduki peringkat pertama di kawasan ASEAN untuk kualitas manusia dengan nilai IPM 0,866. Selanjutnya IPM Brunei Darussalam dengan nilai 0,838, disusul Malaysia dengan IPM 0,761, Thailand dengan nilai 0,682, dan Filipina dengan nilai 0,644.
Kenapa demikian terjadi? Ini terlihat dari pendidikan yang mahal. Penekanan hasil kuantitas bukan pada kualitas pedidikan. Kondisi itu semakin diperparah dengan rusaknya bangunan dan sarana pendidikan. Selain itu, metode iklim kurikulum di negeri ini yang tidak punya patokan tetap. Hal ini ditambah pendidikan di negeri ini memisahkan pelajaran akademik dengan agama. Sehingga moralitas pelajar bertambah buruk. Hal yang lain, para pendidik belum dijadikan sebagai sahabat pengembangan pendidikan yang baik, apalagi gaji guru terutama honorer jauh dari harapan.
Data di Kemendiknas menyebutkan, ada 20,9 persen ruang kelas SD yang rusak. Data pada pertengahan 2011 ini, jumlah ruang rusak tersebut setara dengan 187.855 unit dari total ruang SD sebesar 895.761 unit. Sedangkan di SMP, kerusakan ruang belajar juga mencapai 20 persen atau 39.554 unit. Catatan Kemendiknas, jumlah seluruh ruang belajar SMP mencapai 192.029.
Selain itu, angka pengangguran yang tinggi pula menyebabkan Indeks pembangunan manusia indonesia mengalami kemunduran. Tahun 2006, angka pengangguran indonesia mencapai 12,5%. Walau pun pemerintah mengklaim telah terjadi penurunan hingga 7,4% atau 8,6 juta orang. Ini masih terlampau banyak. Keterpurukan lain dapat terlihat dari kriminalitas. Pada tahun 2010, angka kejahatan atau tindak pidana seluruh Indonesia sebesar 20,28 persen, yaitu berjumlah 274.999 kasus. Perjudian pada angka 36,57 persen. Premanisme, kejahatan jalanan (copet, penodongan), dan pencurian dengan kekerasan turun 24,65 persen. Pencurian biasa 25, 89 persen. Di wilayah Polda Metro Jaya, kasus pemerkosaan 10,7 persen, pemerasan/pengancaman 53,6 persen, penganiayaan berat 19,95 persen, dan pencurian dengan pemberatan 19,69 persen. Adapun pencurian dengan kekerasan 12,4 persen.
Selain itu, disintegrasi mulai terlihat. OPM dan RMS terus saja berusaha menggerogoti. Mereka semakin berani mengibarkan upaya pemisahan dengan negeri ini. Penyebab utamanya adalah tidak adanya keseimbangan pembangunan antar daerah. Otonomi daerah kebablasan. Bahkan 80% otonomi khusus mengalami kegagalan. Semakin memperlihatkan Indonesia berada di ujung kegagalan sebuah negara.
Dalam kasus korupsi, Transparency International meluncurkan Indeks Persepsi Korupsi (Corruption Perception Index/CPI) tahun 2011. Dalam survei yang dilakukan terhadap 183 negara di dunia tersebut, Indonesia menempati skor CPI sebesar 3,0, naik 0,2 dibanding tahun sebelumnya sebesar 2,8. Dalam indeks tersebut Indonesia berada di peringkat ke-100 bersama 11 negara lainnya yakni Argentina, Benin, Burkina Faso, Djobouti, Gabon, Madagaskar, Malawi, Meksiko, Sao Tome & Principe, Suriname, dan Tanzania. Sementara untuk kawasan Asia Tenggara, skor Indonesia berada di bawah Singapura (9,2), Brunei (5,2), Malaysia (4,3), dan Thailand (3,4).
Tragedi korupsi di negeri ini amat menyedihkan. Kasus Nazarudin dan juga kasus Gayus Tambunan telah memperlihatkan betapa bobroknya mental pejabat di negeri ini. Semua berlomba meraih kemewahan dengan menghalalkan segala cara.
Kondisi ini belum termasuk dengan jual beli UU dan kinerja wakil rakyat yang buruk. Disusul dengan bencana alam yang silih berganti datang. Caruk maruk tranportasi dan lalu lintas di negeri ini. Aliran sesat yang terus merajalela. Pertikaian dalam pemilukada. Ketidak puasan rakyat dengan pejabat publik. Sehingga bebagai aksi dan demonstrasi bahkan berakhir kepada anarkisme. Negeri ini bena-benar berada pada ribuan masalah yang sepertinya tidak pernah berhenti. Silih berganti.
Saatnya Khilafah Memimpin Dunia
Semua sepakat bahwa kondisi hari ini kita berada dalam kawasan jahiliyah modern. Kondisi dimana aspek ideologi, politik, sosial, ekonomi, budaya, keamanan, pertahanan dan seluruh aspek jauh dari islam. Hal ini jelas terlihat dari pemaparan yang disebutkan sebelumnya. Misalnya kita perhatikan dari sisi ekonomi, riba masih menjadi basis kegiatan ekonomi. Bahkan dalam hal riba, negara adalah pelaku utamanya dengan terus menumpuk utang luar negeri berbunga tinggi. Tahun 2011 ini saja bunga utang yang harus dibayar Pemerintah adalah Rp 166 Triliun. Bandingkan dengan anggaran Jamkesmas tahun 2011 untuk puluhan juta rakyat miskin yang hanya senilai Rp 6,4 Triliun. Di bidang politik, negeri-negeri kaum Muslim, termasuk negeri ini, juga tidak pernah diperhitungkan oleh negara-negara lain; kecuali sebagai obyek penjajahan. Sumberdaya alam kita menjadi jarahan bangsa-bangsa asing. Di Indonesia, PT Freeport di bumi Papua yang menjarah jutaan ton emas hanyalah salah satu contohnya saja.
Oleh karena itu negeri ini dan dunia butuh tatanan dunia baru. Tatanan yang mampu memberikan arah kebaikan dan mengguncang kapitalisme dan sosialisme yang telah memberikan efek buruk pada dunia. Tatanan yang telah memberikan kesejahteraan dan kejayaan selama 13 abad lamanya. Tatanan yang dipenuhi rahmat dan hidayah. Tatanan yang turun dari Allah SWT. Oleh karena itu kehadiran syariah secara totalitas dan khilafah sebagai institusi yang menjalankannya adalah kebutuhan terpenting.
Sebab Khilafah Islamlah yang akan menerapkan syariah Islam secara total dalam seluruh aspek kehidupan sekaligus menyebarluaskan hidayah Islam ke seluruh penjuru dunia dengan dakwah dan jihad.
Mari kita segera ubah negeri ini. Beranjak dari keterpurukan menjadi kejayaan dengan islam. Dengan begitu Indonesia akan sejahtera, aman dan unggul dengan islam yang kaffah. Di bawah naungan syariah dan khilafah.
Hai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kamu kepada suatu yang memberi kehidupan kepada kamu (QS al-Anfal [8]: 24)
Wallahu’alam bis showwab.
Rizqi Awal
(Redaktur dakwahkampus.com/Koordinator BE BKLDK Nasiona
Wahai Pemuda, Mengapa Engkau Tak Mengikuti Jejaknya???
Suatu hari ada seorang pemuda yang gelisah memikirkan kondisi masyarakatnya yang jahiliyah, mereka disebut jahiliyah karena tidak menggunakan akalnya untuk berpikir tentang kebenaran. penguasa ditempat itu terbiasa menindas rakyat, sistem ekonomi yang mereka jalankan adalah sistem ekonomi riba, mengurangi timbangan or kecurangan adalah pekerjaan mereka, doyan mabuk-mabukan, pelecehan terhadap perempuan terjadi dimana-mana, bayi perempuan dianggap aib sehingga mereka menguburnya hidup-hidup, tawuran, bahkan perang udah biasa demi arogansi kekuasaan dan motivasi untuk menumpuk harta. kalau kita perhatikan kondisinya tidak jauh beda dengan kondis saat ini bahkan mungkin kondisi saat ini lebih garang dan ganas.
segudang pertanyaan dalam benaknyapun muncul, akan dibawa kemanakah masyarakat ini????? ia berusaha memecahkan dan mencari jawabannya, langkah awal yang ia ambil adalah menyepi di sebuah GUA, menjernihkan pikiran dan perasaan, dan berusaha menajamkan kedekatannya pada sang pencipta alam semesta, kehidupan dan manusia. Alhamdulillah dalam diri pemuda ini muncul kesadaran untuk mengatur urusan masyarakat dengan berlandaskan pada aturan TUHAN. Akhirnya pada suatu malam yang hening jawaban itupun datang untuk menghilangkan kegelisahan yang selama ini terpendam.
IQRA !!!!!! namun pemuda itu menolak karena ia tidak bisa membaca, kemudia diulang sampe tiga kali.
Wahai kawan..Inilah awal dari semunya, inilah penanda perubahan zaman itu udah didepan mata.
Dia mengajak orang yang paling dekat dengannya, yupzz Istri tercintanya, kemudian keluarga besarnya untuk menjalani dunia baru dengan Risalah yang ia bawa. Akhirnya terbentukklah sebuah KUTLAH yang anggotangya terdiri dari para pemuda dan orang tua, semakin hari KUTLAH ini semakin membesar bersama opini yang dibawanya bagaikan bola salju yang terus menggelinding yang tidak bisa di bendung lagi, akibatnya menanamkan ketakutan yang luar biasa bagi penguasa STATUS QUO.
Penguasa status quo inipun tidak ambil diam mereka segera menggencarkan Fitnah, caci maki, penganiayaan bahkan pembunuhan. Disamping itu para penguasa inipiun menawarkan kekuasaa, harta, dan wanita agar pemuda ini berhenti menyampaikan petunjuk TUHAN kepada Masyarakat, Namun peumuda ini dengan tegas menolak, dia tidak mau bergabung dengan sistem rusak yang eksis. Dia mengatakan "seandainya matahari diletakkan ditangan kananku dan bulan ditangan kiriku sungguh aku tidak akan melepaskan dakwah ini sampai Allah memenangkannya atau aku mati karenanya". Luar biasa jawabannya atas tawaran itu.
Pertolongan Tuhannya pun datang, Kutlah baru ini mendapatkan kepercayaan untuk memimpin sebuah masyarakat yang haus akan petunjuk Tuhan yang akan mengantarkan mereka pada kesejahteraan., Yupzzz Tepatnya di Madinah. kota ini menjadi kota baru dan kehidupan baru.
Akhirnya Madinah yang dulu adalah kota kecil menjadi benih sekaligus pusat perdaban baru yang mengatasi peradaban Romawi dan Persia, dan terus menyebar keseluruh dunia dengan kehidupan baru dibawah kerinduan akan Allah SWT dan Rasulullah SAW hingga menguasai 2/3 dunia selama kurang lebih 13 abad.
PEMUDA ITU ADALAH MUHAMMAD BIN ABDULLAH.
PERTANYAANNYA WAHAI PEMUDA YANG GELISAH AKAN KETERPURUKAN BANGSA KITA SAAT INI, MENGAPA KITA TIDAK MENGIKUTI JEJAK BELIAU?????????????????????????????
Blog Archive
Subscribe
Powered By
Blogger Template From:
Free Blogger Skins
Minggu, 11 Desember 2011
Refleksi Akhir tahun 2011: Saatnya Indonesia dipimpin Syariah dan Khilafah
Sabtu, 10 Desember 2011
Inilah Pahlawan Islam, Shalahuddin Al-Ayyubi
Belajar dari shalahuddin Al-Ayyubi , Bahwa hanya dengan JIHAD Palestina akan dapat terebut kembali…..
Great Leader itu bernama Shalahuddin al-Ayubi. Penakluk Palestina yang merebut kambali tanah suci Palestina dari tangan pasukan salib Kristen Eropa. Orang-orang Barat mengenalnya dengan Saladin, dan namanya abadi di Eropa ratusan tahun lamanya. Saking hebatnya Shalahuddin, di Eropa diberlakukan pajak yang disebut Pajak Saladin (Saladin Thite).
Shalahuddin al-Ayubi, terlahir dengan nama Yusuf Shalahuddin bin Ayub pada sekitar tahun 1138 M. Dia berasal dari suku Kurdi. Keluarganya tinggal di Tikrit, sekarang termasuk wilayah Irak, tempat di mana saat itu Islam sedang berjaya. Ayahnya, Najmuddin Ayub, diusir dari Tikrit dan pindah ke Mosul tempat di mana dia bertemu dengan Imaduddin Zengi, penguasa Mosul, yang juga pendiri Dinasti Zengi, yang memimpin tentara muslim melawan Pasukan Salib di Edessa. Imaduddin menunjuk Najmuddin untuk memimpin bentengnya di Baalbek. Setelah kematian Imaduddin Zengi tahun 1146, anaknya, Nuruddin menjadi penguasa Mosul. Shalahuddin dikirim oleh Nuruddin ke Damaskus untuk melanjutkan pendidikannya.
Shalahuddin kemudian memasuki Mesir. Saat itu Mesir dikuasai oleh Khilafah Fathimiyah. Pada tahun 1171, al-Adhid, penguasa Mesir dari Dinasti Fathimiyah wafat. Shalahuddin bersegera meruntuhkan kekuasaan Khilafah Fathimiyah dan segera mengembalikan kekuasaan yang sah kepada Khilafah Abbasiyah di Baghdad. Shalahuddin melakukan revitalisasi perekonomian Mesir, mereformasi militer, serta menerapkan kembali nilai-nilai keislaman. Shalahuddin membangun sekolah-sekolah dan rumah sakit. Dia juga membuka gerbang istana untuk umum, di mana sebelumnya hanya bagi kalangan bangsawan saja. Pada saat itu Pasukan Salib menyerang Alexandria Mesir, namun dengan kegigihan muslimin dan pertolongan Allah, mereka berhasil dikalahkan.
Shalahuddin selalu berupaya mengusir salibis dari tanah suci Palestina, namun ia berpikir, bahwa agar menang ia harus menyatukan Mesir dan Syiria, seperti yang dicita-citakan Nuruddin. Maka datanglah Shalahuddin untuk menaklukkan Syiria tanpa perlawanan berarti, bahkan disambut oleh penduduk Syiria. Di sana Shalahuddin menikahi janda Nuruddin untuk memperkuat hubungan antara penguasa dirinya dengan penguasa sebelumnya. Ketika Shalahuddin menyatukan Aleppo pada tahun 1176, dia hampir dibunuh oleh Hasyasyin, pembunuh rahasia terorganisir yang dibentuk oleh Syi’ah Ismailiyah untuk membunuh pemimpin-pemimpin Sunni. Dengan kepiawaian politik yang luar biasa, Shalahuddin meminta restu dari Khalifah al-Mustadhi dari Khilafah Abbasiyah untuk merekonsiliasikan wilayah-wilayah yang belum sepenuhnya tunduk kepada Khilafah Abbasiyah.
Kedekatan dengan ulama pun dibangun oleh Shalahuddin, di mana ia selalu meminta nasihat para ulama dalam menjalankan kebijakan militer dan pemerintahannya. Salah seorang ulama terkenal dari Mazhab hambali, Ibnu Qudamah, menjadi penasihat Shalahuddin, dan mendampinginya saat Shalahuddin menaklukkan Palestina.
Setelah Syiria mencapai kondisi stabil, Shalahuddin kembali ke Kairo untuk mengadakan beberapa perbaikan. Dia menitipkan Syiria kepada saudaranya. Shalahuddin membangun benteng mengelilingi mesir untuk membendung serangan musuh dan melindungi penduduknya. Pembangunan benteng itu dipercayakannya kepada Bahaudin Qarqusy. Shalahuddin juga membangun armada laut untuk melindungi Mesir dari berbagai serangan Pasukan Salib.
Ketika itu kondisi kaum muslimin sedang berada dalam salah satu kondisi terburuk. Gelimangan harta dan kenikmatan hidup telah membutakan mata hati mereka sehingga mereka enggan berjihad. Karena kekhilafahan Islam membuat kehidupan begitu makmur dan sejahtera, kaum muslimin menjadi terlena sehingga mereka tidak mampu menahan serangan pasukan salibis. Karena itulah berinisiatif untuk mengadaka peringatan Maulid Nabi Muhammad demi mengingatkan kaum muslimin agar kembali kepada jalan Islam dengan berjihad dan berdakwah menjalakan perintah Allah dan RasulNya.
Dengan parade Maulid Nabi itu Shalahuddin mengingatkan kaum muslimin kepada perjuangan dan pengorbanan Rasulullah dan para sahabatnya dalam mempertahankan kehormatan agama Allah ini. Sangat jelas sekali bahwa tujuan diselenggarakannya Maulid nabi adalah untuk membangkitkan kembali ruhul jihad kaum muslimin yang telah lama membeku. Setelah parade Maulid nabi yang diselenggarakan di seluruh negeri-negeri Islam itu, terbentuklah pasukan jihad yang sangat besar. Beda banget sama Maulid Nabi yang ada sekarang. Maulid sekarang mah nggak membangkitkan semangat jihad dan nggak mampu membentuk pasukan jihad untuk membebaskan saudara-saudara kita di palestina yang sedang dibantai Israel.
Setelah segala konsolidasi selesai, Shalahuddin mulai melirik Palestina yang tengah dikuasai oleh tentara Salib Eropa. Terngiang di telinga Shalahuddin jeritan orang-orang yang dibantai pasukan salib. Tahun 1177 M Shalahuddin mulai membangun pasukan untuk berjihad mengambil kembali tanah suci kaum muslimin. Pertama ia masuk menaklukkan Askalon dan Ramallah, dengan mengalahkan Pasukan Salib di beberapa pertempuran. Namun pada pertempuran Montgisard tanggal 25 November 1177 M, Shalahuddin mengalami kekalahan yang cukup parah saat melawan pasukan Reynald de Chatillon dan Baldwin IV, dan menjadi pelajaran berharga baginya.
Awalnya pertempuran terjadi antara pasukan Shalahuddin dengan pasukan Baldwin IV Raja Palestina, tapi kemudian datang pasukan Reynald de Chatillon, Balian de Ibelin, dan pasukan Kastria Templar. Dikeroyok begitu rupa, pasukan Shalahuddin tercerai berai dan beberapa prajurit terbaiknya syahid. Baldwin terus mengejar pasukan Shalahuddin sampai malam, Shalahuddin mundur ke Askalon sampai ke Mesir dengan sisa pasukannya. Kekalahan ini disyukurinya karena banyak mengantarkan pasukan muslim mencapai cita-citanya yaitu syahid, dan sekaligus menjadi pecut penyemangat agar berjuang lebih kuat lagi.
Ruhul jihad terus bergelora di hati Shalahuddin dan dia membentuk lagi tentara Allah untuk merebut Palestina. Kafilah jihadnya terus berangkat ke Damaskus, dengan nyanyian-nyanyian jihad yang mengundang seluruh kaum muslimin untuk bergabung. Shalahuddin kemudian melancarkan serangan berikutnya dari Damaskus. Dia meyerang Tiberias, Tyre, dan Beirut. Pada Juni 1179 M, sampailah kafilah jihad Shalahuddin di pinggir kota Marjayoun dan berhadap-hadapan lagi dengan pasukan Baldwin IV, musuh lamanya. Pasukan Baldwin kalah telak dan banyak yang tertangkap termasuk Raja Raymond. Baldwin sendiri lolos dan mundur.
Bulan Agustus tahun yang sama, pasukan Shalahuddin mengepung Benteng Chastellet di Hebrew. Benteng ini belum selesai dibangun, baru rampung satu dinding dan satu menara. Baldwin sendiri tidak ada di tempat, dia sedang sibuk membangun pasukan di Tiberias. Shalahuddin menaklukkan benteng ini, dan ketika Baldwin datang dari Tiberias (jaraknya hanya setengah hari perjalanan), Baldwin melihat panji-panji syahadat warna hitam dan putih telah berkibar di Benteng Chastellet. Dengan gentar Baldwin mundur.
Palestina adalah tanah suci kaum muslimin. Seorang Ulama, Ibnu Zaki, berkhutbah: “Kota itu adalah tempat tinggal ayahmu, Ibrahim, dari situlah Nabi Muhammad diangkat ke langit, kiblatmu sholat pada permulaan Islam, tempat yang dikunjungi orang-orang suci, makam-makan para Rasul. Kota itu adalah negeri tempat manusia berkumpul pada hari kiamat, tanah yang akan menjadi tempat berlangsungnya kebangkitan”.
Shalahuddin mengerahkan segenap kekuatan mujahidin untuk menggempur benteng Palestina. Barisan pelontar batu api (manjaniq) dikerahkan untuk meruntuhkan benteng Palestina. Balian de Ibelin juga balas melontarkan manjaniq-nya sehingga kaum muslimin menjemput syahid. Tekanan mujahidin begitu kuat, sehingga Balian mengirim dua orang utusan untuk meminta jaminan keselamatan dari Shalahuddin. Namun Shalahuddin menolak dan mengingatkan mereka akan pembantaian besar yang mereka lakukan seratus tahun lalu di tahun 1099 M. Akhirnya Balian de Ibelin datang sendiri menghadap Shalahuddin dan mengancam akan membunuh semua manusia di dalam benteng, menghancurkan masjid Al-Aqsa, dan berjuang sampai mati, jika permohonannya tidak mendapat jaminan keamanan. Setelah mengadakan syura dengan beberapa ulama dan penasihat militer, Shalahuddin menerima proposal Balian de Ibelin.
Syarat Shalahuddin adalah Balian de Ibelin harus menyerahkan Palestina secara penuh kepada kaum muslimin. Kemudian seluruh prajurit kristen Eropa wajib menebus diri mereka sendiri dalam waktu 40 hari. Akhirnya pada hari Jumat bertepatan dengan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammd tanggal 27 Rajab 583 H (2 Oktober 1187 M), Shalahuddin memasuki Palestina dengan panuh kedamaian dan ketenangan. Masjid-masjid dibersihkan dari salib-salib kafir dan setelah 88 tahun tak terdengar menggantikan lonceng-lonceng kematian. Dan hanya dengan pasukan jihad-lah Palestina detik ini bisa dibebaskan dari tangan penjajah keji Israel. Hanya dengan jihad…La haula wa laa quwwata illa billah!
Jumat, 18 November 2011
KEJAHATAN AS DI INDONESIA
Indonesia memang tidak pernah di jajah secara langsung oleh Amerika Serikat (AS) sebagaimana Irak atau Afghanistan. Tapi tahukan anda , Ameraka Serikat sebenarnya telah banyak melakukan tindakan kejahatan kepada bangsa ini?
Semua itu tentu tidak dilakukan secara langsung. Amerika menggunakan pengaruhnya melali lembaga intelijennya yakni CIA. Intervensi AS ke indonesia melalui nyata ketika belanda kembali menyerang indonesia setelah indonesia memproklamasikan kemerdekaan.
Dukungan terhadap belanda itu tidak lepas dari niat AS untuk mematahkan penyebaran komunis di dunia. Keluarlah Truman Doctrine pada 1945, untuk mengepung komunis dan di susul Marshall Plan tahun berikutnya guna membangun kembali Eropa dari puing-puing akibat PD II.dari sinilah AS memberikan bantuan kepada belanda sehingga belanda mampu kembali ke indonesia. Washington juga secara rahasia membantu militer belanda. “ketika tentara kerajaan belanda kembali datan ke jawa dan sumatra pada musim semi 1946, banyak serdadu belanda menggunakan seragam marinir AS dan mengendarai jeep Angkatan darat AS.” (Gauda & Zaalbreg:Indonesia merdeka karena Amerika ? Politik Luar Negri AS dan Nasionalisme Indonesia 1920-1949;2008). Bahkan AS diyakini turut membantu belanda dalam serangan militer belanda II atas yogya pada 118 Desember 1948.
Setelah munnul perjanjian renville 1948, cengkraman AS di Indonesia mulai nyata dengan hengkangnya belanda. Hanya saja, Amerika tidak bisa turut secara lansung karena presiden Soekarno sangat anti terhadap neokolonialisme dan imperalisme. Soekarna tetap menolak menjadi boneka Amerika yang ingin membentuk panpacific. Ia justru menjalin kerjasama dengan Soviet yang diangapnya lebih bisa di percaya.
Berbagai cara dilakukan. November 1957, terjadi percobaan pembunuhan terhadap Bung Karno yan dikenal denan peristiwa Cikini. Bung karno selamat namun 9 orang tewas dan 45 orang di sekelilingnya luka. Pemerintah kalah itu menuding tindakan makar tersebut di dalangi oleh komplotan ekstrem kanan atas dukungan CIA. Tudingan itu terbukti 22 tahun kemudian dalam dokumen CIA.
Dalam rangka menjatuhkan pemerintah, Amerika membantu pemberontakan PRRI/PERMESTA. AS menurunkan kekuatan besar. CIA menjadikan Sinapura,Filipina (Pangkalan AS Subik & Clark),Taiwan, dan Korea Selatan sebagai pos suplai dan pelatihan bagi pemberontak. Dalam artikel berjudul “PRRI-PERMESTA, seperti dikutip eramuslim.com di paparkan jika pada malam hari, 7 Desember 1957, panglima operasi AL-AS laksamana Arleigh Burke memerintahkan panglima armada pasukan, aneka jeep, pesawat tempur dan pembom, dan sebaainya. Bahkan sejumlah pesawat tempur AU-Filipina dan AU-Taiwan seperti peasawat F-51Dmustang, pengenbom B-26 Inveder , AT -11 kansan, pesawat transport Beechcraft, pesawat amfibi PBY 5 Catalina di pinjamkan CIA kepada pemberontak. Sebab itulah pemberontak bisa memiliki angkatan udaranya sendiri yang dinamakan AUREV (AU Revolusioner). Beberapa pilot pesawat tempur tersebut bahkan di kendalikan sendiri oleh personil militer AS, Korea Selatan, Taiwan, dan juga Filipina.
Awalnya Amerika membantah terlibat, namun sebuah pesawat pengebom B-29 milik AS di tembak jatuh oleh sistem penangkis serangan udara Angkatan peran Republik Indonesia(APRI). Setelah pesawat itu membombardir sebuah pasar dan landasan udara ambon yang engakibatkan sebuah rakyat sipil tewas. Pilot pesawat itu Allan Lawrence Pope berhasil di tangkap hidup-hidup.Ia terbang atas perintah CIA. Akhirnya pemberontakan itu bisa di gagalkan.
Namun AS terus mencari jalan lain untuk menancapkankan kukunya di indonesia. Caranya dengan mengkooptasi sejumlah pimpinan militer di angkatan darat . CIA juga menggarap satu proyek membangun kelompok elit birokrat baru yang pro-AS yang di kenal sebagai ‘berkeley Mafia ‘.Sumitro Djojohadi kusumo dan Soedjatmoko merupakan tokoh penting dalam kelompok ini. Bahkan di awal tahun 1960-an ,tokoh-yokoh Mafia Berkeley ini bisa mengajar di seskoad dan menjalin komunikasi intensif dengan sekelompok perwira angkatan darat yang memusuhi Soekarno.
Amerika menyelenggarakan pendidikan militer untuk para perwira Indonesia ini di Front Leavenworth, Fort Bragg, dan sebgainya. Pada masa antara 1958-1965 jumlah perwira Indonesia yang mendapat pendidikan ini menjadi 4000 orang. Para perwira dan Mafia Berkeley inilah yang dipersiapkan duduk di kursi pemerintahan yang pro Amerika.
Puncaknya ketika Amerika berada di balik pemberontakan G 30 S/ PKI. Banyak dokumen dan literatur membongkar keterlibatan CIA di dalam peristiwa oktober 1965 tersebut. Atas pembersihan kaum komunis di negeri ini, CIA turut menyumbang daftar nama kematian (The Dead List) yang berisi 5000 nama tokoh dan kader PKI di Indonesia kepada jendral Soekarno. Namun yang di bunuh bukannya 5000 orang , Kol Sarwo Edhi, Komandan RPKAD saat itu memimpin operasi pembersihan ini, terutama di Jawa Tengah dan Timur, menyebut angka tiga juta orang berhasil di habisi. Bukan PKI saja yang dibunuh namun orang0orang kecil yang tidak tahu apa-apa. Inilah tergedikemanusiaan setelah era Hitler.
Amerika bergembira ketika Soeharto naik. Sampai-sampai presiden AS Richard M Nixon sendiri menyebut hal itu sebagai “ Terbukanya upeti besar dari Asia”. Sumber daya alam yang semula dinasionalisasi dari perusahaan asing oleh Soekarno, pada era Soeharto kekayaan alam Indonesia digadaikan kepada Amerika dalam pertemuan di Swiss, November 1967. Perusahaan yang multinasional yang di pimpin oleh Rockefeller kemudian mengkavling-kavling kekayaan Indonesia. Diantaranya freeport yang memperoleh gunung emas di Papua.
Tidak berhenti di situ, melalui antek-anteknya di Indonesia , Amerika merancang dan menyusun strategi pembangunan nasional negeri ini yang di kenal sebagai repelita lewat satu tim asistensi CIA dan sejumlah think-thank AS yang bekerja di belakang para teknokrat dan birokrat rezim Orde baru.
Tidak salah jika banyak pengamat dengan sinis menyatakan jika Indonesia pasca Soekarno sebenarnya merupaan negara bagian dari Amerika Serikat ke-51 setelah Hawaii. Di akui atau tidak hal ini terus berjalan sampai detik ini.
Setelah komunis runtuh, campur tangan AS ini tidak berakhir. Amerika membidik para aktivis Islam dalam operasi berkedok ‘War One Terrorism” suatu perang berskala global untuk menghalangi bangkitnya kekuatan Islam dalam bingkai negara. Sebelum aparat keamanan menghabisi Islam dalam berbagai peristiwa seperti Tanjung Priok, Talang Sari, Haur Koneng, Aceh, Dsb. Sudah banyak darah yang tertumpah dan kekayaan yang di jarah.
Silahkan Tinggalakan Pesan....
Kekhawatiran dari seorang Non Muslim
Aku perhatikan wajahnya mulai tadi murung, tidak ada keindahan yang menaunginya pasca peristiwa itu. Bagaimanapun aku merasa, akulah yang paling bertanggung jawab untuk menyelesaikan persoalan ini, bukankah aku yang telah memulainya maka akupun yang harus menyelesaikannya. Cantik..begitulah panggilanku sehari2 kepadanya, yachh itulah panggilan sayang kami. Dia pun menoleh, wow tatapan matanya membuatku jiwaku melayang mungkin karena aku terlanjur sayang. “Entahlah”, begitu jawabnya ketika aku bertanya, “bagaimana kabarmu??”. Fira sudah cerita semuanya, maafkan aku jika kejadian itu membuatmu tersinggung, sungguh semua ini semata-mata karena keyakinanku pada mabda’ ini (islam) yang telah mendarah daging dan menjadi denyut dalam setiap detak jantungku, aku yakin ini benar dan aku ingin kamu mengetahuinya. Ginapun menatapku dan mencoba mengeluarkan suara ,“ Zah.. kau tidak perlu merasa bersalah karena kau tak pantas untuk disalahkan, justru aku bangga punya sahabat dan saudara sepertimu, bagiku kau adalah orang yang luar biasa.Terkait dengan perubahan sikapku emang ada kaitanya dengan peristiwa itu karena sampe saat masih menancap dalam benakku apa yang disampaikan oleh narasumber dari jakarta itu. Khususnya ketika dia menjelaskan tentang penerapan syariah islam secara totalitas, sebenarnya sejak lama aku sangat khawatir dengan ide itu Zah...sumpah !!
Aku tatap matanya dan aku pegang tangannya dengan erat, aku mulai berceloteh mencoba menjawab kekhawatirannya. Aku sangat memahami akan kekhawatiranmu jika umat islam berhasil menegakkan khilafah Islamiyah yang menerapkan islan secara kaaffah diseluruh aspek kehidupan. Kemudian kalian merasa bahwa kalian akan di marginalkan. “Begitu kan Gin kekhawatiranmu selama ini???”. Ginapun mengangguk kemudian menunduk. Kemudian akupun melanjutkan celotehku. Sebenarnya kekhawatiranmu ini karena kamu belum memahami islam itu sebagai mabda’. Orang – orang kristen, Budha, Hindu dan agama lain sudah terbiasa hidup dibawah mabda’ lain. Bukankah saat ini kita hidup dibawah sistem kapitalis-sekuler, begitupun mereka, buktinya mereka bisa, lalu kenapa mereka tidak mau hidup dibawah mabda’ Islam..?????
Dulu ketika Islam diterapakan tepatnya di Andalusia dalam kehidupan “hegemoni tiga agama”, umat Yahudi dan Kristen merasa nyaman, tenang dan sejahtera hidup dibawah Khilafah Islam. Bahkan mereka lebih memilih hidup dibawah khilafah islam ketimbang hidup dibawah pemerintah yang tidak diatur dengan islam. Gina seakan tidak berkedip menatapku, tatapannya penuh makna yang tak bisa aku urai. “Ketika Islam diterapkan apakah kami akan dipaksa masuk Islam,tempat ibadah kami ditutup, kami tidak boleh makan babi, minum-minuman beralkohol, dan kamipun akan dipaksa berpakaian sama sepeti yang pakaiamu saat ini Zah ???” begitulah Gina seakan-akan dia menyerangku dengan segudang pertanyaannya yang lahir dari rahim ke khawatirannya selama ini. Gina adalah sahabatku yang berbeda keyakinan denganku, dia beragama Kristen mengikuti kedua orang tuanya. Walaupun dia sendiri tidak pernah menemukan jawaban kenapa kedua orang tuanya menganut agama Kristen sedangkan keluarga besarnya baik dari pihak ayah maupun Ibu adalah muslim sejati. Salah satunya saya, heheh..narsis, ya dong klo g narsis ntar g eksis..
Sebelum aku menjawab pertanyaannya, aku hela nafas dalam-dalam kemudian aku keluarkan perlahan. “ Gin, ketika islam diterapkan apa yang kamu khawatirkan itu tidak akan pernah terjadi. Islam menjamin hak-hak kalian dan memberikan keistimewaan kepada kalian. Yaitu jaminan kebebasan beragama. Kalian dijamin untuk tetap memeluk agama semula, dan tidak boleh dipaksa. Allah SWT berfirman: "Tidak ada paksaan dalam memeluk agama Islam." (TQS al-Baqarah [2]: 256). begitupun dengan tempat-tempat ibadah kalian, Islam sangat menghormati itu. Jangankan pada masa damai pada saat terjadi perangpun gereja tidak boleh dijadikan obyek perang”. Aku belum selesai bicara Gina langsung menyambar, “ Bagaimana dengan kejadian gereja yasmin?? Kenapa orang Islam tidak menghendakinya??”.
Bersambung......................




