Wahai Pemuda, Mengapa Engkau Tak Mengikuti Jejaknya???
Suatu hari ada seorang pemuda yang gelisah memikirkan kondisi masyarakatnya yang jahiliyah, mereka disebut jahiliyah karena tidak menggunakan akalnya untuk berpikir tentang kebenaran. penguasa ditempat itu terbiasa menindas rakyat, sistem ekonomi yang mereka jalankan adalah sistem ekonomi riba, mengurangi timbangan or kecurangan adalah pekerjaan mereka, doyan mabuk-mabukan, pelecehan terhadap perempuan terjadi dimana-mana, bayi perempuan dianggap aib sehingga mereka menguburnya hidup-hidup, tawuran, bahkan perang udah biasa demi arogansi kekuasaan dan motivasi untuk menumpuk harta. kalau kita perhatikan kondisinya tidak jauh beda dengan kondis saat ini bahkan mungkin kondisi saat ini lebih garang dan ganas.
segudang pertanyaan dalam benaknyapun muncul, akan dibawa kemanakah masyarakat ini????? ia berusaha memecahkan dan mencari jawabannya, langkah awal yang ia ambil adalah menyepi di sebuah GUA, menjernihkan pikiran dan perasaan, dan berusaha menajamkan kedekatannya pada sang pencipta alam semesta, kehidupan dan manusia. Alhamdulillah dalam diri pemuda ini muncul kesadaran untuk mengatur urusan masyarakat dengan berlandaskan pada aturan TUHAN. Akhirnya pada suatu malam yang hening jawaban itupun datang untuk menghilangkan kegelisahan yang selama ini terpendam.
IQRA !!!!!! namun pemuda itu menolak karena ia tidak bisa membaca, kemudia diulang sampe tiga kali.
Wahai kawan..Inilah awal dari semunya, inilah penanda perubahan zaman itu udah didepan mata.
Dia mengajak orang yang paling dekat dengannya, yupzz Istri tercintanya, kemudian keluarga besarnya untuk menjalani dunia baru dengan Risalah yang ia bawa. Akhirnya terbentukklah sebuah KUTLAH yang anggotangya terdiri dari para pemuda dan orang tua, semakin hari KUTLAH ini semakin membesar bersama opini yang dibawanya bagaikan bola salju yang terus menggelinding yang tidak bisa di bendung lagi, akibatnya menanamkan ketakutan yang luar biasa bagi penguasa STATUS QUO.
Penguasa status quo inipun tidak ambil diam mereka segera menggencarkan Fitnah, caci maki, penganiayaan bahkan pembunuhan. Disamping itu para penguasa inipiun menawarkan kekuasaa, harta, dan wanita agar pemuda ini berhenti menyampaikan petunjuk TUHAN kepada Masyarakat, Namun peumuda ini dengan tegas menolak, dia tidak mau bergabung dengan sistem rusak yang eksis. Dia mengatakan "seandainya matahari diletakkan ditangan kananku dan bulan ditangan kiriku sungguh aku tidak akan melepaskan dakwah ini sampai Allah memenangkannya atau aku mati karenanya". Luar biasa jawabannya atas tawaran itu.
Pertolongan Tuhannya pun datang, Kutlah baru ini mendapatkan kepercayaan untuk memimpin sebuah masyarakat yang haus akan petunjuk Tuhan yang akan mengantarkan mereka pada kesejahteraan., Yupzzz Tepatnya di Madinah. kota ini menjadi kota baru dan kehidupan baru.
Akhirnya Madinah yang dulu adalah kota kecil menjadi benih sekaligus pusat perdaban baru yang mengatasi peradaban Romawi dan Persia, dan terus menyebar keseluruh dunia dengan kehidupan baru dibawah kerinduan akan Allah SWT dan Rasulullah SAW hingga menguasai 2/3 dunia selama kurang lebih 13 abad.
PEMUDA ITU ADALAH MUHAMMAD BIN ABDULLAH.
PERTANYAANNYA WAHAI PEMUDA YANG GELISAH AKAN KETERPURUKAN BANGSA KITA SAAT INI, MENGAPA KITA TIDAK MENGIKUTI JEJAK BELIAU?????????????????????????????
Subscribe
Powered By
Blogger Template From:
Free Blogger Skins
Minggu, 11 Desember 2011
Refleksi Akhir tahun 2011: Saatnya Indonesia dipimpin Syariah dan Khilafah
Kenapa demikian terjadi? Ini terlihat dari pendidikan yang mahal. Penekanan hasil kuantitas bukan pada kualitas pedidikan. Kondisi itu semakin diperparah dengan rusaknya bangunan dan sarana pendidikan. Selain itu, metode iklim kurikulum di negeri ini yang tidak punya patokan tetap. Hal ini ditambah pendidikan di negeri ini memisahkan pelajaran akademik dengan agama. Sehingga moralitas pelajar bertambah buruk. Hal yang lain, para pendidik belum dijadikan sebagai sahabat pengembangan pendidikan yang baik, apalagi gaji guru terutama honorer jauh dari harapan.
Data di Kemendiknas menyebutkan, ada 20,9 persen ruang kelas SD yang rusak. Data pada pertengahan 2011 ini, jumlah ruang rusak tersebut setara dengan 187.855 unit dari total ruang SD sebesar 895.761 unit. Sedangkan di SMP, kerusakan ruang belajar juga mencapai 20 persen atau 39.554 unit. Catatan Kemendiknas, jumlah seluruh ruang belajar SMP mencapai 192.029.
Selain itu, angka pengangguran yang tinggi pula menyebabkan Indeks pembangunan manusia indonesia mengalami kemunduran. Tahun 2006, angka pengangguran indonesia mencapai 12,5%. Walau pun pemerintah mengklaim telah terjadi penurunan hingga 7,4% atau 8,6 juta orang. Ini masih terlampau banyak. Keterpurukan lain dapat terlihat dari kriminalitas. Pada tahun 2010, angka kejahatan atau tindak pidana seluruh Indonesia sebesar 20,28 persen, yaitu berjumlah 274.999 kasus. Perjudian pada angka 36,57 persen. Premanisme, kejahatan jalanan (copet, penodongan), dan pencurian dengan kekerasan turun 24,65 persen. Pencurian biasa 25, 89 persen. Di wilayah Polda Metro Jaya, kasus pemerkosaan 10,7 persen, pemerasan/pengancaman 53,6 persen, penganiayaan berat 19,95 persen, dan pencurian dengan pemberatan 19,69 persen. Adapun pencurian dengan kekerasan 12,4 persen.
Selain itu, disintegrasi mulai terlihat. OPM dan RMS terus saja berusaha menggerogoti. Mereka semakin berani mengibarkan upaya pemisahan dengan negeri ini. Penyebab utamanya adalah tidak adanya keseimbangan pembangunan antar daerah. Otonomi daerah kebablasan. Bahkan 80% otonomi khusus mengalami kegagalan. Semakin memperlihatkan Indonesia berada di ujung kegagalan sebuah negara.
Dalam kasus korupsi, Transparency International meluncurkan Indeks Persepsi Korupsi (Corruption Perception Index/CPI) tahun 2011. Dalam survei yang dilakukan terhadap 183 negara di dunia tersebut, Indonesia menempati skor CPI sebesar 3,0, naik 0,2 dibanding tahun sebelumnya sebesar 2,8. Dalam indeks tersebut Indonesia berada di peringkat ke-100 bersama 11 negara lainnya yakni Argentina, Benin, Burkina Faso, Djobouti, Gabon, Madagaskar, Malawi, Meksiko, Sao Tome & Principe, Suriname, dan Tanzania. Sementara untuk kawasan Asia Tenggara, skor Indonesia berada di bawah Singapura (9,2), Brunei (5,2), Malaysia (4,3), dan Thailand (3,4).
Tragedi korupsi di negeri ini amat menyedihkan. Kasus Nazarudin dan juga kasus Gayus Tambunan telah memperlihatkan betapa bobroknya mental pejabat di negeri ini. Semua berlomba meraih kemewahan dengan menghalalkan segala cara.
Kondisi ini belum termasuk dengan jual beli UU dan kinerja wakil rakyat yang buruk. Disusul dengan bencana alam yang silih berganti datang. Caruk maruk tranportasi dan lalu lintas di negeri ini. Aliran sesat yang terus merajalela. Pertikaian dalam pemilukada. Ketidak puasan rakyat dengan pejabat publik. Sehingga bebagai aksi dan demonstrasi bahkan berakhir kepada anarkisme. Negeri ini bena-benar berada pada ribuan masalah yang sepertinya tidak pernah berhenti. Silih berganti.
Saatnya Khilafah Memimpin Dunia
Semua sepakat bahwa kondisi hari ini kita berada dalam kawasan jahiliyah modern. Kondisi dimana aspek ideologi, politik, sosial, ekonomi, budaya, keamanan, pertahanan dan seluruh aspek jauh dari islam. Hal ini jelas terlihat dari pemaparan yang disebutkan sebelumnya. Misalnya kita perhatikan dari sisi ekonomi, riba masih menjadi basis kegiatan ekonomi. Bahkan dalam hal riba, negara adalah pelaku utamanya dengan terus menumpuk utang luar negeri berbunga tinggi. Tahun 2011 ini saja bunga utang yang harus dibayar Pemerintah adalah Rp 166 Triliun. Bandingkan dengan anggaran Jamkesmas tahun 2011 untuk puluhan juta rakyat miskin yang hanya senilai Rp 6,4 Triliun. Di bidang politik, negeri-negeri kaum Muslim, termasuk negeri ini, juga tidak pernah diperhitungkan oleh negara-negara lain; kecuali sebagai obyek penjajahan. Sumberdaya alam kita menjadi jarahan bangsa-bangsa asing. Di Indonesia, PT Freeport di bumi Papua yang menjarah jutaan ton emas hanyalah salah satu contohnya saja.
Oleh karena itu negeri ini dan dunia butuh tatanan dunia baru. Tatanan yang mampu memberikan arah kebaikan dan mengguncang kapitalisme dan sosialisme yang telah memberikan efek buruk pada dunia. Tatanan yang telah memberikan kesejahteraan dan kejayaan selama 13 abad lamanya. Tatanan yang dipenuhi rahmat dan hidayah. Tatanan yang turun dari Allah SWT. Oleh karena itu kehadiran syariah secara totalitas dan khilafah sebagai institusi yang menjalankannya adalah kebutuhan terpenting.
Sebab Khilafah Islamlah yang akan menerapkan syariah Islam secara total dalam seluruh aspek kehidupan sekaligus menyebarluaskan hidayah Islam ke seluruh penjuru dunia dengan dakwah dan jihad.
Mari kita segera ubah negeri ini. Beranjak dari keterpurukan menjadi kejayaan dengan islam. Dengan begitu Indonesia akan sejahtera, aman dan unggul dengan islam yang kaffah. Di bawah naungan syariah dan khilafah.
Hai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kamu kepada suatu yang memberi kehidupan kepada kamu (QS al-Anfal [8]: 24)
Wallahu’alam bis showwab.
Rizqi Awal
(Redaktur dakwahkampus.com/Koordinator BE BKLDK Nasiona
Silahkan Tinggalakan Pesan....
Kekhawatiran dari seorang Non Muslim
Aku perhatikan wajahnya mulai tadi murung, tidak ada keindahan yang menaunginya pasca peristiwa itu. Bagaimanapun aku merasa, akulah yang paling bertanggung jawab untuk menyelesaikan persoalan ini, bukankah aku yang telah memulainya maka akupun yang harus menyelesaikannya. Cantik..begitulah panggilanku sehari2 kepadanya, yachh itulah panggilan sayang kami. Dia pun menoleh, wow tatapan matanya membuatku jiwaku melayang mungkin karena aku terlanjur sayang. “Entahlah”, begitu jawabnya ketika aku bertanya, “bagaimana kabarmu??”. Fira sudah cerita semuanya, maafkan aku jika kejadian itu membuatmu tersinggung, sungguh semua ini semata-mata karena keyakinanku pada mabda’ ini (islam) yang telah mendarah daging dan menjadi denyut dalam setiap detak jantungku, aku yakin ini benar dan aku ingin kamu mengetahuinya. Ginapun menatapku dan mencoba mengeluarkan suara ,“ Zah.. kau tidak perlu merasa bersalah karena kau tak pantas untuk disalahkan, justru aku bangga punya sahabat dan saudara sepertimu, bagiku kau adalah orang yang luar biasa.Terkait dengan perubahan sikapku emang ada kaitanya dengan peristiwa itu karena sampe saat masih menancap dalam benakku apa yang disampaikan oleh narasumber dari jakarta itu. Khususnya ketika dia menjelaskan tentang penerapan syariah islam secara totalitas, sebenarnya sejak lama aku sangat khawatir dengan ide itu Zah...sumpah !!
Aku tatap matanya dan aku pegang tangannya dengan erat, aku mulai berceloteh mencoba menjawab kekhawatirannya. Aku sangat memahami akan kekhawatiranmu jika umat islam berhasil menegakkan khilafah Islamiyah yang menerapkan islan secara kaaffah diseluruh aspek kehidupan. Kemudian kalian merasa bahwa kalian akan di marginalkan. “Begitu kan Gin kekhawatiranmu selama ini???”. Ginapun mengangguk kemudian menunduk. Kemudian akupun melanjutkan celotehku. Sebenarnya kekhawatiranmu ini karena kamu belum memahami islam itu sebagai mabda’. Orang – orang kristen, Budha, Hindu dan agama lain sudah terbiasa hidup dibawah mabda’ lain. Bukankah saat ini kita hidup dibawah sistem kapitalis-sekuler, begitupun mereka, buktinya mereka bisa, lalu kenapa mereka tidak mau hidup dibawah mabda’ Islam..?????
Dulu ketika Islam diterapakan tepatnya di Andalusia dalam kehidupan “hegemoni tiga agama”, umat Yahudi dan Kristen merasa nyaman, tenang dan sejahtera hidup dibawah Khilafah Islam. Bahkan mereka lebih memilih hidup dibawah khilafah islam ketimbang hidup dibawah pemerintah yang tidak diatur dengan islam. Gina seakan tidak berkedip menatapku, tatapannya penuh makna yang tak bisa aku urai. “Ketika Islam diterapkan apakah kami akan dipaksa masuk Islam,tempat ibadah kami ditutup, kami tidak boleh makan babi, minum-minuman beralkohol, dan kamipun akan dipaksa berpakaian sama sepeti yang pakaiamu saat ini Zah ???” begitulah Gina seakan-akan dia menyerangku dengan segudang pertanyaannya yang lahir dari rahim ke khawatirannya selama ini. Gina adalah sahabatku yang berbeda keyakinan denganku, dia beragama Kristen mengikuti kedua orang tuanya. Walaupun dia sendiri tidak pernah menemukan jawaban kenapa kedua orang tuanya menganut agama Kristen sedangkan keluarga besarnya baik dari pihak ayah maupun Ibu adalah muslim sejati. Salah satunya saya, heheh..narsis, ya dong klo g narsis ntar g eksis..
Sebelum aku menjawab pertanyaannya, aku hela nafas dalam-dalam kemudian aku keluarkan perlahan. “ Gin, ketika islam diterapkan apa yang kamu khawatirkan itu tidak akan pernah terjadi. Islam menjamin hak-hak kalian dan memberikan keistimewaan kepada kalian. Yaitu jaminan kebebasan beragama. Kalian dijamin untuk tetap memeluk agama semula, dan tidak boleh dipaksa. Allah SWT berfirman: "Tidak ada paksaan dalam memeluk agama Islam." (TQS al-Baqarah [2]: 256). begitupun dengan tempat-tempat ibadah kalian, Islam sangat menghormati itu. Jangankan pada masa damai pada saat terjadi perangpun gereja tidak boleh dijadikan obyek perang”. Aku belum selesai bicara Gina langsung menyambar, “ Bagaimana dengan kejadian gereja yasmin?? Kenapa orang Islam tidak menghendakinya??”.
Bersambung......................




Tidak ada komentar:
Posting Komentar